Psikologi Indonesia Goes Blogging

Blog yang berisi mengenai semua hal yang berkaitan dengan Psikologi ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai Psikologi kepada masyarakat Indonesia dalam bentuk bacaan ringan.

Una Passione da sempre by Polveredifata

Premis utama dalam melakukan analisa tulisan tangan adalah mengenali tulisan sebagai hasil dari pikiran sadar dan bawah sadar manusia yang menggambarkan karakter dasar seseorang. Freud dan Jung, pilar-pilar utama psikodinamika –aliran psikologi yang mengajukan pemahaman akan kesadaran dan ketidaksadaran manusia, menyebutkan bahwa, secara tidak langsung, pikiran bawah sadar kita akan diproyeksikan ke dalam berbagai hal. Tulisan tangan yang merupakan hasil koordinasi gerak motorik halus dan pikiran merupakan salah satu bentuk proyeksi yang menarik untuk dicermati. Bisa dibilang, dengan pemahaman tersebut, analisa terhadap tulisan tangan dapat menghasilkan pemahaman yang memadai akan karakter dasar seseorang.

Selain itu, analisa tulisan tangan dikatakan mampu meramalkan vitalitas seseorang saat menulis, kondisi emosional, dan kecepatan berpikirnya. Menurut penuturan McNichol dalam sebuah artikel di Psychology Today, ada sebuah kasus di mana seorang ahli grafoanalisa dapat menganalisa penyakit jantung yang diderita kliennya berdasarkan kecenderungan si klien untuk menuliskan huruf ’H’ secara terputus. Ahli grafoanalisa tersebut beranggapan bahwa, secara tidak sadar, huruf h (untuk h = heart = jantung) menimbulkan kecemasan tersendiri bagi si klien. Dengan kata lain, fungsi analisa tulisan tangan lebih luas dari ”sekedar” melihat gambaran karakter dasar seseorang.

Dalam melakukan analisa tulisan tangan, dibutuhkan sampel ideal atas tulisan tangan kita. Biasanya, seorang ahli grafoanalisa ataupun ahli analisa tulisan tangan akan meminta sampel tulisan tangan kita di atas sehelai kertas kosong tidak bergaris. Ia kemudian akan meminta kita untuk menulis sekitar 100 kata (target minimal tulisan 10 baris). Beberapa ahli memilih bolpoin sebagai alat tulis baku dalam mendapatkan sampel, tapi ada juga yang mengunggulkan penggunaan pensil. Tulisan kita kemudian akan diamati dengan cermat untuk mengenali karakter dasar, emosi, dan perasaan kita di samping mengamati bagaimana kita menghayati hubungan interpersonal.

Misalnya, pengaturan margin tulisan yang kita lakukan dilihat sebagai bentuk proyeksi dari orientasi pandangan kita akan masa lalu dan masa yang akan datang. Tulisan yang cenderung merapat ke sisi kiri kertas merupakan ciri orang yang larut dalam masa lalu, sementara dekatnya tulisan kita ke sisi kanan kertas adalah penanda kesiapan kita menghadapi masa depan. Selain itu, tinggi rendahnya harga diri kita tergambarkan dalam bentuk, ukuran, dan penempatan huruf kapital dalam tulisan. Kemiringan tulisan pun merupakan salah satu aspek tulisan yang mendapat perhatian guna melihat pola hubungan sosial dengan orang lain (hubungan interpersonal). Apabila tulisan kita cenderung miring ke kanan (derajat kemiringan lebih dari 2˚ bila diukur dengan busur derajat), itu merupakan gambaran bahwa keinginan kita untuk dekat dengan orang lain cukup tinggi. Sebaliknya, bila tulisan kita cenderung miring ke kiri, kita termasuk orang yang secara konsisten menjaga jarak dengan orang lain.

Fungsi analisa tulisan tangan untuk mengenali karakter dasar seseorang inilah yang biasanya dikaitkan dengan psikologi. Aplikasi analisa tulisan tangan dalam psikologi memang dapat ditemukan. Ada psikolog yang menggunakan teknik analisa tulisan tangan untuk mengenali kepribadian dasar kliennya. Namun, perlu dipahami bahwa analisa tulisan tangan sendiri datang dari grafologi, yang mencermati aspek khusus tingkah laku manusia dalam bentuk coretan tangan. Posisi grafologi sendiri tidak berada dalam psikologi. Ia lebih dikenal sebagai parapsikologi. Secara umum, parapsikologi dapat diartikan ”seperti psikologi, tapi sebenarnya bukan.” Karenanya, jangan kecewa jika suatu saat Anda bertemu dengan mahasiswa atau sarjana psikologi (bahkan psikolog sekalipun) dan mereka tidak dapat memenuhi keingintahuan Anda tentang makna dibalik tulisan tangan Anda.

Bagaimana bila Anda sendiri yang mencoba untuk menyelami makna tulisan tangan Anda? (Melita Tarisa)

Catatan :

Setahu saya, di Jakarta, ada sebuah program khusus (semacam kursus) yang ditawarkan bagi Anda yang tertarik untuk mengambil sertifikasi sebagai ahli analisa tulisan tangan. Anda bisa menghubungi Aastikya Clinic (contact person : Karmen Kantaatmadja) via sms/telp. (081511661558) atau email (kkantaatmadja@yahoo.com).

.



7 komentar

  1. Mursalin  

    Dapet ilmu baru lagi nee :) Btw,
    "..kecenderungan si klien untuk menuliskan huruf ’H’ secara terputus. Ahli grafoanalisa tersebut beranggapan bahwa, secara tidak sadar, huruf h (untuk h = heart = jantung) menimbulkan kecemasan tersendiri bagi si klien.."
    Itu kan utk orang Barat, kalo org Indonesia berarti huruf 'J' yah? J for Jantung :)

  2. mynameisnia  

    ^
    ^
    ^

    Pertanyaan iseng tapi bisa dikritis tuh. Ilmu ini kan serapan dari luar negeri, gimana sama Indonesia?

    Btw, tanda tangan sama aja gak sih konsepnya?

  3. Lora  

    Gue merasa analisa tulisan tangan ini for some reason mungkin bisa diaplikasikan. Namun ada beberapa hal yang dibingungkan. Pertanyaannya adalah 'apakah tulisan tangan mempengaruhi kepribadian, atau vice versa?

    Karena setau saya sih, kebanyakan anak2 diajarkan oleh gurunya. Misalnya untuk huruf t (yang katanya kalau garisnya rendah berarti self-esteem rendah), atau huruf g (yang katanya klo ada sudutnya berarti trauma), dll. Padahal kan diajarkan oleh orang lain. Apakah hal tersebut berpengaruh terhadap kepribadian? atau dengan kata lain tulisan tangan bisa mempengaruhi diri?


    ^^ Laura

  4. mynameisnia  

    Tapi - setahu saya - memang diajarkan ketika kita kecil (SD), tapi lama-lama kan manusia merubah tulisannya. Coba deh perhatikan lagi tulisan kita dulu dengan yang sekarang, pasti berubah, karena manusia belajar dan berkembang.

    Kalau begitu pertanyaannya, maka kita jga harus mengkritisi draw-a-man, baum, dan lainnya. Bukankah ketika menggambar manusia dan pohon pun kita diajarkan oleh guru?

  5. Laura  

    Hehehe.. iya bener tuh.. Gimana ya?

  6. Melita  

    @ Lora n Nia : my sentiment exactly. Beberapa orang beranggapan bahwa kepribadian dapat dibentuk oleh tulisan tangan, bahkan sampai nenentang pengajaran tulisan sambung tebal tipis untuk anak SD (katanya bentuk tulisan itu punya efek negatif ke kepribadian), tapi menurut gw itu oversimplifikasi dari proses pembentukan (maupun perubahan) kepribadian.

  7. arief spirituality  
    Posting ini telah dihapus oleh penulisnya.

Poskan Komentar

Psi! Goblog

Join us

Psikologi Indonesia Goes Blogging terbuka bagi para pembaca yang ingin turut berpartisipasi untuk menyumbangkan tulisan atau pendapat yang berhubungan dengan Psikologi. Kirim Email ke Khrisnaresa@gmail.com dan anda langsung kami berikan keleluasaan untuk menulis di psigoblog.com

Psikologi Indonesia Goes Blogging

Recent Posts

Recent Comments

Tags