tag:blogger.com,1999:blog-1088912194914232863.post3354401000628703646..comments2009-04-05T17:14:46.982-07:00Comments on Psikologi Indonesia Goes Blogging: Ateisme Atau Skeptisisme?Khrisnaresa Adytiahttp://www.blogger.com/profile/12633561001550181700noreply@blogger.comBlogger6125tag:blogger.com,1999:blog-1088912194914232863.post-37281793943524843842009-04-05T17:14:00.000-07:002009-04-05T17:14:00.000-07:002009-04-05T17:14:00.000-07:00Ra, gue mau dong ebook-nya :D :DRa, gue mau dong ebook-nya :D :Dmynameisniahttp://www.blogger.com/profile/06889048216888269160noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1088912194914232863.post-77620788560894921132009-04-04T20:47:00.000-07:002009-04-04T20:47:00.000-07:002009-04-04T20:47:00.000-07:00@ Hireka Eric:"Skeptisisme adalah kontradiksi pada...@ Hireka Eric:<BR/>"Skeptisisme adalah kontradiksi pada dirinya?"<BR/><BR/>:)<BR/>Betul sekali. Kemudian hal yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah apakah kita mampu untuk <B>jujur</B> kepada diri sendiri dengan selalu mempertanyakan 'kesimpulan' yang telah kita dapatkan? Apakah kita cukup berani untuk meng-kontra argumenkan pola pikir kita yang sudah terbentuk sedemikian lama (seperti agama)?<BR/><BR/>Dan... Apakah kita <B>berani</B> untuk meninggalkan hal tersebut kalau ternyata pola-pikir-berkepanjangan itu tidak cukup kuat untuk dipertahankan? :PLaurahttp://www.blogger.com/profile/07482682142372503880noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1088912194914232863.post-68192107496356061692009-04-04T20:42:00.000-07:002009-04-04T20:42:00.000-07:002009-04-04T20:42:00.000-07:00Bahasa yang digunakan Mba Nia cukup awam kok di tu...Bahasa yang digunakan Mba Nia cukup awam kok di tulisan ini.. Mungkin bagi orang awam membutuhkan sedikit waktu dan konsentrasi untuk membacanya, atau bahkan untuk mengerti perlu dua atau tiga kali dalam membaca.. :) [ga semua orang psikologi juga langsung mengerti tulisan psikologi hanya dengan sekali baca kok,, tenang aja]<BR/><BR/><BR/>Ini bukan masalah blog psikologi atau apapun, tapi semua penulis memang seharusnya mengeluarkan isi pikirannya dengan bahasa mudah sehingga semua orang bisa mengerti tulisannya.. :) Dan yang dilakukan Mba Nia cukup dimengerti dengan memberikan arti2 kata psikologis yang digunakan misalnya skeptis dan neurosis.. :)<BR/><BR/>Tambahan quote Freud yang diambil dari 'The Atheist Bible' (yang mau ebooknya imel aja):<BR/><BR/>"Religion is an illusion and it derives its strength from its <BR/>readiness to fit in with our instinctual wishful impulses." <BR/>—Sigmund Freud<BR/><BR/><BR/>"We shall tell ourselves that it would be very nice if there <BR/>were a God who created the world and was a benevolent <BR/>Providence, and if there were a moral order in the uni- <BR/>verse and an after-life; but it is a very striking fact that <BR/>all this is exactly as we are bound to wish it to be"<BR/>—Sigmund Freud <BR/><BR/>"The religions of mankind must be classed among the <BR/>mass-delusions of this kind. No one, needless to say, <BR/>who shares a delusion ever recognizes it as such"<BR/>—Sigmund FreudLaurahttp://www.blogger.com/profile/07482682142372503880noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1088912194914232863.post-84224773028632750352009-04-04T04:21:00.000-07:002009-04-04T04:21:00.000-07:002009-04-04T04:21:00.000-07:00Yang jelas, pernyataan bahwa ateisme dan agnostisi...Yang jelas, pernyataan bahwa ateisme dan agnostisisme mempunyai kesan "keren" atau pintar bagi ybs, buat saya terasa seperti kacang goreng garing.<BR/><BR/>Maksudnya, tidak semua orang harus terjun menjadi ateis usai mempelajari filsafat. Saya yang sedang kuliah filsafat juga demikian.<BR/><BR/>Toh, bukankah para calon pasotr Katolik di seluruh dunia HARUS belajar filsafat dulu sebelum teologi? Jadi pernyataan "belajar filsafat menjerumuskan seseorang ke dalam ateisme" adalah tidak valid dengan sendirinya. <BR/><BR/>Memang ada filsuf yang ateis, tetapi <B>tidak semua</B> filsuf adalah ateis, kan? contohnya Thomas Aquinas (dan hampir seluruh filsuf abad pertengahan), Kant, Gabriel Marcel, Levinas, dll..<BR/><BR/>Lagi pula, pernahkah kamu menyadari:<BR/><B> Skeptisisme adalah kontradiksi pada dirinya? </B><BR/><BR/>Mengatakan bahwa "Yang ada hanya ketidakpastian" mengindikasikan bahwa pernyataan tersebut bersifat pasti, bukan? <BR/>Kalau semua serba tidak pasti, boleh dong saya tidak percaya pada pernyatan bahwa "Segala sesuatu itu tidak pasti". Dengan kata lain, saya menganggap skeptisisme itu sendiri tidak pasti juga!<BR/><BR/>Demikian....Hireka Erichttp://www.blogger.com/profile/11407398762946970312noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1088912194914232863.post-42687278892830755802009-04-01T23:00:00.000-07:002009-04-01T23:00:00.000-07:002009-04-01T23:00:00.000-07:00Jangan dibahas dari orang psikolog dan diterjemahk...Jangan dibahas dari orang psikolog dan diterjemahkan ke bahasa awam?<BR/><BR/>Begini pertimbangannya:<BR/>1. Ini adalah blog yang memuat artikel psikologi. Jadi kalau dilihat dari kacamata teologi atau filsafat itu kejauhan.<BR/><BR/>2. Setahu saya, tidak bisa diterjemahkan ke bahasa awam karena ini ilmu, bukan bahasa asing. Kalau semua ilmu diterjemahkan ke bahasa awam, wah.. orang kedokteran pasti kerja keras tuh.<BR/><BR/>Semoga dipahami.mynameisniahttp://www.blogger.com/profile/06889048216888269160noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-1088912194914232863.post-18289947687988476362009-04-01T08:46:00.000-07:002009-04-01T08:46:00.000-07:002009-04-01T08:46:00.000-07:00waduh rumit juga pembahasannya. Tapi ada baiknya, ...waduh rumit juga pembahasannya. Tapi ada baiknya, membahasnya jangan dilihat dari kacamata org psikolog. Gak semua orang ngerti khan?<BR/><BR/>Bgm kalau juga diterjemahkan ke bhs awam, sehingga ilmu yang dimiliki bisa dishare juga dengan teman teman lain.<BR/><BR/>sekedar masukan ... oke??Kuyus is cutehttp://www.blogger.com/profile/14761707274461817689noreply@blogger.com